Bappenas: Museum dan Monumen Tugu Bahasa Jadi Magnet Baru Wisata Sejarah di Pulau Penyengat
Bappenas dan Pemprov Kepri bersinergi membangun Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat. Proyek yang mulai dikerjakan Juni 2026 ini diproyeksikan menjadi magnet wisata sejarah internasional.
tanjungpinang – Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas RI, Medrilzam, menilai pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata sejarah unggulan.
Menurut Medrilzam, daya tarik kawasan tersebut akan semakin kuat setelah pembangunan museum dan monumen rampung. Keberadaannya diyakini mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
"Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan," ujar Medrilzam saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Penyengat, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan bahwa Bappenas berkomitmen untuk terus mendorong realisasi pembangunan tersebut. Langkah ini didasari oleh nilai historis mendalam Pulau Penyengat yang menjadi titik awal lahirnya bahasa Indonesia.
"Kami berharap keunggulan ini dapat menarik wisatawan luar negeri, terlebih lagi jika ada event berskala internasional,” tambahnya.
Dalam kunjungannya ke beberapa titik ikonik seperti Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dan Balai Adat, Medrilzam mengaku terkesan dengan keindahan pulau tersebut. Ia menganggap Pulau Penyengat adalah destinasi wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Kepri.
"Kalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Menurut saya, ini bisa menjadi magnet tersendiri," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengungkapkan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) Museum dan Monumen Tugu Bahasa dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.
"Kita sedang menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan bulan Juni sudah mulai berjalan," jelas Ansar.
Ansar berharap kehadiran infrastruktur sejarah ini menjadi ikon baru yang meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang. Peningkatan arus wisatawan diharapkan memberikan dampak linier terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di Pulau Penyengat.
"Tanjungpinang ini pusat ibu kota Provinsi Kepri, kita akan percantik terus agar semakin banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri," pungkas Ansar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

