TIMES RIAU, JAKARTA – Prancis dan Italia masih kehilangan belasan warganya dalam peristiwa terbakarnya bar Le Constellation di resor Crans-Montana, Swiss, pada peralihan Tahun Baru 2026 yang menewaskan setidaknya 40 orang dan melukai 115 orang lainnya pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Resor itu adalah salah satu lokasi paling eksklusif di Swiss, Crans-Montana dikenal dengan pemandangan menakjubkan yang membentang dari Matterhorn hingga Mont Blanc.
Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01:30 (00:30 GMT) saat beberapa orang dari beberapa negara itu merayakan peralihan tahun baru.
Para pejabat menepis kemungkinan adanya serangan, dan sampai kini masih diselidikin penyebabnya.
Komandan polisi regional Frédéric Gisler mengatakan, hingga saat ini prioritas penanganannya adalah mengidentifikasi mereka yang telah meninggal agar jenazah segera dikembalikan kepada keluarga mereka.
Jaksa penuntut umum wilayah tersebut, Beatrice Pilloud juga mengatakan, bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi para korban dan mengembalikan jenazah kepada keluarga secepat mungkin.
Namun, duta besar Italia untuk Swiss memperingatkan bahwa dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengidentifikasi para korban tewas.
Sebelumnya, menteri luar negeri Italia mengatakan identifikasi akan sulit dilakukan karena luka bakar yang parah.
Diduga, orang-orang dari beberapa negara terlibat. Kementerian Luar Negeri Italia mengatakan kepada BBC bahwa saat ini 16 warga negara Italia hilang, dan antara 12 hingga 15 orang lainnya sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
"Sembilan warga negara Prancis terluka dalam kebakaran itu, dan delapan lainnya masih hilang," kata pihak Kementerian Luar Negeri Prancis Jumat (2/1/2026). Namun mereka menambahkan, tidak mengesampingkan kemungkinan warga negaranya adalah termasuk diantara korban tewas.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani mengatakan, 16 warga Italia dilaporkan hilang, sementara sekitar selusin warga negara Italia lainnya sedang dirawat di rumah sakit setelah kebakaran tersebut.
Sebagian besar korban luka memang mengalami luka bakar parah dan 60 orang dilarikan ke rumah sakit Sion di Valais. "Sejumlah besar diantara yang luka itu dalam kondisi kritis,"!kata Gubernur Regional, Mathias Reynard.
Tiga belas helikopter, 42 ambulans, dan 150 petugas tanggap darurat dikerahkan ke lokasi kebakaran di wilayah Valais, yang populer di kalangan wisatawan itu.
Unit perawatan intensifnya sudah penuh dan Reynard mengatakan masyarakat setempat harus lebih berhati-hati untuk menghindari perawatan rumah sakit yang tidak perlu.
Presiden Swiss, Guy Parmelin menyebutnya sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negaranya.
Pihak berwenang Swiss juga mendirikan pusat penerimaan dan layanan bantuan telepon untuk keluarga dan orang-orang terkasih dari korban meninggal dan terluka.
Crans-Montana dijadwalkan menjadi tuan rumah kejuaraan ski kecepatan internasional yang disebut Audi FIS Alpine Ski World Cup. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Prancis dan Italia Masih Kehilangan Belasan Warganya Dalam Kebakaran Bar di Swiss
| Pewarta | : Widodo Irianto |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |