Haji Ramah Lansia, Kemenhaj Operasikan Lima Pos Bantuan di Masjid Nabawi
Jemaah Haji Indonesia di sekitar pelataran Masjid Nabawi. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

Haji Ramah Lansia, Kemenhaj Operasikan Lima Pos Bantuan di Masjid Nabawi

Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan lima pos layanan terpadu di kawasan Masjid Nabawi untuk membantu jemaah haji Indonesia, khususnya lansia, perempuan, dan disabilitas selama di Madinah.

TIMES Riau,Senin 11 Mei 2026, 08:31 WIB
18.5K
A
Ahmad Nuril Fahmi

MADINAHKementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan lima pos layanan terpadu di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi untuk mendampingi jemaah haji Indonesia. 

Fasilitas ini sebagai upaya penerapan visi penyelenggaraan haji ramah lansia, perempuan, dan disabilitas bagi jemaah Haji Indonesia.

Seluruh pos di seksus Nabawk ditempatkan secara strategis di pelataran Masjid Nabawi agar mudah diakses oleh jemaah haji Indonesia yang membutuhkan bantuan.

Kepala Seksus Nabawi, Muhammad Thoriq memastikan seluruh pos sudah beroperasi secara optimal. Menurutnya penempatan kelima pos layanan ini mencakup titik-titik krusial yang menjadi jalur utama pergerakan jemaah haji Indonesia. 

"Yang pertama pos 1 di pintu 336 di belakang kita ini, kemudian di pintu 328, lalu di pintu 310 pos 3, kemudian di pintu 365 dan pintu 360," ucap Kaseksus Nabawi Thoriq merinci pos seksus Nabawi di Madinah dikutip pada Minggu (10/5/2026).

Setiap pos layanan diisi oleh gabungan petugas dari berbagai unsur penugasan demi menghadirkan penanganan yang komprehensif.

article

Sinergi ini memastikan tidak ada sekat tugas kedinasan ketika ada jemaah yang membutuhkan pertolongan mendesak di lapangan.

”Petugas yang berada di pos-pos terdiri dari tusi linjam, tusi PKP3JH, dan tusi lansia serta disabilitas, kita di sini menerapkan prinsip multitasking," kata Thoriq.

Selama masa operasional, petugas Seksus Nabawi telah sukses menekan angka jemaah haji yang terpisah dari rombongan. Kendala lapangan terbanyak yang saat ini masih kerap ditangani adalah jemaah lansia yang kebingungan mencari jalan pulang ke pemondokan.

Selain itu, banyak juga jemaah yang kehilangan alas kaki usai beribadah di dalam area utama masjid. Sebagai langkah mitigasi cepat, petugas selalu siap memberikan perlindungan ekstra berupa penggantian alas kaki di tempat.

"Ya persoalannya antara lain lupa jalan pulang, terpisah dari rombongan, lalu lupa menaruh sendal, sehingga kita di setiap pos-pos selalu menyediakan sandal cadangan," ungkap Thoriq.

Fase pergantian jemaah dari gelombang pertama ke gelombang kedua diprediksi memiliki karakteristik tantangan lapangan yang serupa.

Oleh karena itu, fokus utama petugas saat ini adalah mengamankan vitalitas jemaah haji sebelum masuk pada fase pendorongan menuju puncak haji. Edukasi kesehatan terus diberikan secara intensif di lapangan agar jemaah tidak memaksakan diri beraktivitas di bawah terik matahari.

Thoriq mengingatkan seluruh jemaah haji untuk selalu memprioritaskan ketahanan fisik masing-masing.

"Imbauan kami adalah agar para jemaah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, jaga kesehatan, dan tidak memporsir tenaga berlebihan," tandas Thoriq. (*/MCH 2026)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ahmad Nuril Fahmi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Riau, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.